Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pola Merokok Siswa Perokok SMK di Kota Depok
DOI:
https://doi.org/10.70041/hpcej.v3i1.105Keywords:
merokok, siswa, analisis multivariatAbstract
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 terdapat 70 juta orang menjadi perokok aktif yang diantaranya 7,4% merupakan perokok yang berusia 10-18 tahun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pola merokok siswa perokok SMK di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu sebanyak 55 siswa perokok. Pengumpulan data dengan cara melalui wawancara dan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan proporsi siswa perokok dengan pola merokok rutin adalah 61,8%, memiliki persepsi kurang baik adalah 69,1%, memiliki ayah berperilaku merokok sejumlah 76,4%, memiliki ibu berperilaku tidak merokok adalah 98,2%, memiliki saudara kandung berperilaku merokok sejumlah 65,5%, memiliki teman sebaya berperilaku merokok adalah 76,2%, dan memiliki uang saku cukup sejumlah 54,5%. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan pola merokok adalah teman sebaya (pvalue = 0,0018; AOR = 32,035; 95% CI = 1,806-568,276) dan uang saku (pvalue = 0,007; AOR =5 1,579; 95%CI = 2,914-912,595). Faktor dominan yang berhubungan dengan pola merokok adalah uang saku. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dikembangkan edukasi untuk mencegah siswa merokok, membimbing siswa dalam memilih teman sebaya, dan menyarankan kepada pemangku kebijakan agar penjualan rokok tidak dilakukan secara eceran.