Model Pemberdayaan Berbasis Komunitas untuk Optimalisasi Kesehatan Ibu dan Anak di Daerah Terpencil (Pendekatan Partisipatif Komunitas di Daerah Desa Malino, Kec. Banawa Selatan, Kab. Donggala, Sulawesi Tengah)
DOI:
https://doi.org/10.70041/hpcej.v3i2.134Keywords:
Pemberdayaan komunitas, Kesehatan ibu dan anak, Daerah terpencil, Pendekatan partisipatif, Determinan kesehatanAbstract
Daerah terpencil menghadapi tantangan kompleks dalam optimalisasi kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini mengembangkan model pemberdayaan berbasis komunitas untuk optimalisasi kesehatan ibu dan anak di Desa Malino, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Daerah terpencil ini menghadapi tantangan kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods dengan desain sequential explanatory, melibatkan 150 responden kuantitatif dan 25 informan kualitatif selama enam bulan. Hasil menunjukkan model MABISA (Malino Bersama untuk Ibu dan Anak Sehat) efektif meningkatkan indikator kesehatan: cakupan ANC lengkap meningkat dari 54,3% menjadi 83,7%, persalinan oleh tenaga kesehatan dari 61,7% menjadi 89,2%, dan imunisasi dasar lengkap dari 59,2% menjadi 82,1%. Komponen utama model, yaitu penguatan kapasitas kader lokal, kelompok dukungan sebaya, sistem transportasi darurat, pelibatan tokoh agama/adat, dan pemberdayaan ekonomi, bekerja sinergis mengatasi determinan kesehatan. Dengan demikian, pendekatan pemberdayaan komunitas yang kontekstual merupakan strategi efektif mengoptimalkan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil dan layak direplikasi dengan adaptasi sosial-budaya lokal.