Hubungan Karakteristik Individu, Kecemasan, dan Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia Di PSTW BM 2

Authors

  • Vanessya Angelie Liliyanti Promosi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Wahyudin Rajab Promosi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Safrudin Safrudin Promosi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Jakarta III

DOI:

https://doi.org/10.70041/hpcej.v3i2.162

Keywords:

Lanjut Usia, Fungsi Kognitif, Kecemasan, Aktivitas Fisik

Abstract

Penuaan merupakan proses terakhir dari siklus kehidupan manusia, seiring bertambahnya usia dapat mengakibatkan berbagai perubahan pada otak sehingga menyebabkan kemunduran fungsi neurokognitif. Lansia (Lanjut Usia) yang tinggal di panti memiliki potensi lebih tinggi mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu, kecemasan dan aktivitas fisik dengan fungsi kogntiif pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan disain cross-sectional, melibatkan populasi sebanyak 345 warga binaan sosial lansia dan sampel sebanyak 97 responden.  Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Instrumen penelitian untuk mengukur fungsi kognitif adalah kuisioner MMSE, nilai pengukuran kecemasan diperoleh melalui kuisioner GAS-10 dan alau ukur aktivitas fisik menggunakan kuisioner PASE. Hasil penelitian menggunakan analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna secara statistik antara usia (pvalue=0,001; OR=5,238; CI 95%=1,991–13,779), jenis kelamin (pvalue=0,004; OR=3,833; CI 95%=1,616–9,094), tingkat pendidikan (pvalue=0,001; OR=5,368; CI 95%=2,060–13,993), status kesehatan (pvalue=0,015; OR=10,957; CI 95%=1,376–87,273), kecemasan (pvalue=0,003; OR=5,236; CI 95%=1,794–15,281), dan aktivitas fisik (pvalue=0,005; OR=4,432; CI 95%=1,643–11,955) dengan fungsi kognitif lansia. Dapat disimpulkan bahwa fungsi kognitif dipengaruhi oleh karakteristik individu berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status kesehatan, kecemasan dan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat merangsang pertumbuhan saraf sehingga dapat membantu menghambat penurunan fungsi kognitif pada lansia. Oleh karena itu, direkomendasikan upaya peningkatan fungsi kognitif lansia perlu difokuskan pada perbaikan gaya hidup dan kondisi kesehatan secara menyeluruh guna mencegah penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Published

2025-07-25