Studi Kualitatif: Motivasi Perempuan Dewasa Mengikuti Senam Aerobik Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani di Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.70041/hpcej.v3i2.170Keywords:
Motivasi, Senam Aerobik, Kebugaran Jasmani, Perempuan Dewasa, Studi KualitatifAbstract
Kebugaran fisik merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup, terutama bagi perempuan dewasa yang memiliki berbagai peran dalam keluarga dan masyarakat. Namun, tidak semua perempuan memiliki motivasi yang kuat untuk berolahraga secara teratur. Fenomena menarik ditemukan di Perumahan Duta Harapan, Kota Bekasi, di mana sejumlah perempuan dewasa secara konsisten mengikuti kegiatan senam aerobik. Keikutsertaan mereka mengikuti senam tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial. Namun, belum banyak penelitian yang menggali motivasi mereka secara mendalam dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih jauh motivasi perempuan dewasa dalam mengikuti senam aerobik sebagai bentuk upaya menjaga kebugaran jasmani. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari informan kunci dan juga informan penunjang. Informan kunci ini merupakan 6 orang perempuan dewasa yang aktif mengikuti senam aerobik di Perumahan Duta Harapan, sedangkan informan penunjang ini 1 informan dari RW, 1 informan dari tenaga kesehatan, 2 informan dari intruktur senam. Penentuan informan dilakukan secara purposive, dengan memilih perempuan dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik seperti keinginan untuk sehat, merasa lebih bahagia, serta menjadikan senam sebagai waktu pribadi (me time), menjadi faktor utama. Di samping itu, motivasi ekstrinsik juga ditemukan, seperti ajakan dari teman, dukungan keluarga, serta suasana kelompok yang menyenangkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi untuk menjaga kebugaran jasmani tidak hanya bersumber dari dalam diri, tetapi juga didorong oleh lingkungan sosial.