Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pancoran Mas Depok Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.70041/hpcej.v3i1.72Keywords:
tuberkulosis, kepatuhan minum obat, faktor risikoAbstract
Angka ketidakpatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis (TB) di kota Depok masih tinggi. Pada tahun 2020 ditemukan jumlah seluruh kasus tuberkulosis di kota Depok sebanyak 3.311 kasus. Dari seluruh kasus tuberkulosis tersebut terdapat 367 penderita tuberkulosis anak usia 0-14 tahun. Angka Notifikasi Semua Kasus Tuberkulosis tahun 2020 sebesar 133,28 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Pancoran Mas Depok tahun 2022. Jenis penelitian kuantitatif ini adalah penelitian dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 30 responden penderita TB paru yang sudah menjalani pengobatan minimal 3 bulan, dengan jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu kuesioner. Data univariat dianalisis secara deskriptif, data bivariat dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil pengolahan data menunjukan proporsi kepatuhan minum obat sebesar 70%. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat. Variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, motivasi, sikap pasien, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga tidak ada hubungan bermakna dengan kepatuhan minum obat. Perlu upaya edukasi kepada pasien TB sehingga menjadi modal untuk memiliki kepatuhan minum obat yang lebih baik.