Analisis Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023: Social Determinants of Health pada Ibu terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah pada Bayi

Authors

  • Roby Rizki Habul Pijar Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Mega Puspa Sari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Nur Asiah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Nia Musniati Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

DOI:

https://doi.org/10.70041/hpcej.v4i1.196

Keywords:

BBLR, SKI, Social Determinants of Health (SDH)

Abstract

World Health Organization (WHO) melaporkan kejadian BBLR di dunia masih tinggi dan lebih dari setengahnya berada di Asia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023 juga mencatat dari bayi baru lahir yang ditimbang berat badannya di seluruh Indonesia, jumlah bayi yang mengalami kondisi BBLR masih belum sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social determinants of heatlh terhadap kejadian berat bedan lahir rendah (BBLR) di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Desain dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang pernah melahirkan dan terdaftar sebagai responden SKI tahun 2023. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 58.086 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara paritas, tingkat pendidikan ibu, kepemilikan asuransi kesehatan, komplikasi kehamilan, dan kelengkapan ANC dengan kejadian BBLR, dimana komplikasi kehamilan merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan nilai OR = 2,442. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada para ibu untuk secara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan yang lengkap yaitu sebanyak 6 kali kunjungan, dengan rincian 2 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester kedua, dan 3 kali pada trimester ketiga.

Published

2025-12-19