Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Video Emotional Demonstration terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dalam Mengkonsumsi Pangan Sumber Zat Besi di SMA Negeri 2 Babelan Kabupaten Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.70041/hpcej.v4i1.228Keywords:
Anemia, Emotional Demonstration, Pangan Sumber Zat Besi, Pengetahuan dan Sikap, Remaja PutriAbstract
Anemia pada remaja putri merupakan anemia dengan prevalensi yang cukup tinggi di indonesia. Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling banyak ditemukan di negara maju maupun negara berkembang. Faktor yang menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi pada remaja putri adalah kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi. Oleh karena itu, sangat diperlukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media yang menarik dan informatif guna meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai anemia dan pentingnya mengkonsumsi pangan sumber zat besi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pendidikan kesehatan dengan media video emotional demonstration. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri dalam mengkonsumsi pangan sumber zat besi. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 siswi SMA Negeri 2 Babelan. Berdasarkan hasil analisis data, skor pengetahuan remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration mengalami peningkatan dari 48,80 menjadi 89,87. Skor sikap remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration mengalami peningkatan dari 73,50 menjadi 85,70. Hasil uji Wilcoxon pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pendidikan kesehatan dengan video emotional demonstration dengan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan nilai p-value < 0,05.