Pengaruh Media Edukasi Video Gizi Seimbang terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin di KUA Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Authors

  • Febri Sufriani Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Tri Siswati Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Nugraheni Tri Lestari Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Waluyo Waluyo Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.70041/hpcej.v4i1.247

Keywords:

Gizi seimbang, video edukatif, pengetahuan, sikap, kekurangan energi kronis

Abstract

Indonesia terus menghadapi tantangan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita usia reproduksi, terutama karena terbatasnya pemahaman tentang gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi gizi seimbang terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin. Penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain pretest posttest with control group design. Penelitian dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Godean (intervensi) dan KUA Depok (kontrol), Yogyakarta pada bulan Maret hingga Mei 2025. Empat puluh enam peserta (23 per kelompok) dipilih menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi menerima edukasi gizi seimbang melalui video, sedangkan kelompok kontrol menerima edukasi dengan leaflet. Pengetahuan dan sikap responden diukur pada awal, segera setelah intervensi (posttest-1), dan tujuh hari setelah intervensi (posttest-2) menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan t-test atau wilxocon, serta independent sampel t-test atau Man Whitney tergantung jenis datanya untuk mengetahui efektivitas perbedaan intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor pengetahuan rata-rata kelompok intervensi meningkat secara signifikan dari 74,13±12,89 menjadi 87,39±10,38 (?=13,26; pvalue <0,001) dan tetap tinggi pada posttest-2 (86,09±12,45; pvalue = 0,001). Skor sikap juga meningkat dari 67,17±15,10 menjadi 80,87±9,69 (?=13,70; pvalue <0,001). Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih kecil. Perbandingan antar kelompok mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan pada posttest-1 (pvalue=0,040), sedangkan perbedaan sikap tidak signifikan. Kesimpulannya, edukasi berbasis video lebih efektif daripada media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi. Media video sebaiknya diintegrasikan ke dalam program konseling pranikah sebagai media praktis untuk meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang.

Published

2025-12-19