Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Korban Kekerasan dalam Pacaran pada Siswi SMA di Bekasi

Authors

  • Sarah Handayani Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA
  • Rona Nurul Kharisma Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70041/hpcej.v4i2.282

Abstract

Kekerasan dalam pacaran merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan dampak fisik, seksual, dan psikologis pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian korban kekerasan dalam pacaran pada siswi SMA X di Bekasi. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini dilakukan pada Februari–Mei 2025. Sebanyak 109 siswi dipilih dari populasi 485 siswi menggunakan purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Sebanyak 54 responden (49,5%) pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (78,0%), tidak terpapar informasi (58,7%), mengalami konflik keluarga (61,5%), tidak memiliki kelemahan fisik (78,0%), dan tidak terpengaruh teman sebaya (51,4%). Pengetahuan berhubungan dengan kejadian kekerasan dalam pacaran (p=0,003; PR=0,361; 95% CI: 0,162–0,804). Kelemahan fisik (p=0,009; PR=1,771; 95% CI: 1,262–2,485) dan pengaruh teman sebaya (p=0,005; PR=1,796; 95% CI: 1,198–2,694) juga menunjukkan hubungan bermakna. Sikap, keterpaparan informasi, dan konflik keluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna. Sekolah perlu menyediakan edukasi hubungan sehat, mekanisme pelaporan yang aman, dan layanan konseling yang mudah diakses untuk memperkuat deteksi dini serta dukungan bagi korban.

Downloads

Published

2026-08-30