Analisis Kebutuhan Media Promosi Kesehatan Reproduksi Anak Usia Dini di Posyandu: Studi pada Kader dan Ibu Balita di Tabanan Bali
DOI:
https://doi.org/10.70041/hpcej.v4i2.289Keywords:
anak usia dini, kesehatan reproduksi, media promosi kesehatan, posyanduAbstract
Kesehatan reproduksi anak usia dini merupakan aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Pos Pelayanan
Terpadu (Posyandu) berperan sebagai salah satu sarana utama dalam memberikan informasi dan pelayanan kesehatan
kepada ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media promosi kesehatan reproduksi anak
usia dini di Posyandu, serta memahami perspektif kader dan ibu balita terkait media promosi kesehatan yang efektif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD).
Informan terdiri dari 10 orang kader posyandu dan 20 orang ibu balita di Desa Gadungan Tabanan Bali. Analisa data
menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang tua balita menyatakan belum pernah
mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi untuk anak di Posyandu; media edukasi yang diharapkan orang tua antara lain:
lebih variatif, menggunakan animasi yang menarik dan interaktif, serta integrasi budaya lokal (penggunaan bahasa daerah
dan permainan tradisional); media edukasi yang menarik dan interaktif menurut orang tua dan kader: permainan dan video
edukasi; kendala dalam edukasi kesehatan reproduksi: pembahasan kesehatan reproduksi dianggap tabu, anak merasa
malu dan canggung, kurangnya pemahaman terhadap istilah ilmiah dan materi reproduksi; dan perlu melibatkan ayah dan
pengasuh dalam pendidikan reproduksi untuk anak. Terdapat kebutuhan untuk pengembangan media promosi kesehatan
reproduksi yang lebih variatif dan menarik, serta lebih mudah dipahami oleh ibu dan balita. Penguatan media promosi
kesehatan reproduksi anak usia dini di Posyandu sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran
masyarakat tentang kesehatan reproduksi sejak dini.